Entertainment

Mati Suri Pengingat Ada Kehidupan di Hari Kemudian


Jakarta

Yadi Sembako sempat tak sadarkan diri sekitar sejam lebih saat kondisi kesehatannya menurun. Dalam kondisi itu, Yadi merasa seperti mati suri akan tetapi dirinya juga tak bisa memastikan hal itu.

Dalam kondisi tidak sadar, Yadi Sembako bermimpi ada di sebuah wilayah di mana semua orangnya asing dan memakai imamah. Di antara orang asing, Yadi Sembako bertemu dengan ulama besar Guru Sekumpul atau bernama asli Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari yang sudah meninggal.

Tidak hanya Guru Sekumpul, Yadi Sembako juga bertemu dengan Gus Anom yang sampai saat ini masih hidup. Dalam mimpi tersebut Yadi Sembako seperti diminta kembali oleh kedua ulama tersebut, ‘Balik Yadi, balik Yadi, belum waktunya,’ itulah kalimat yang dia dengar dan membuatnya kembali bangun.

Sedangkan menurut keluarganya, pada kondisi itu dia memejamkan mata tapi air matanya terus mengalir. Peristiwa itu dianggap Yadi Sembako sebagai pengingat untuk dirinya untuk membersihkan diri dan menyelesaikan semua sangkutannya di dunia.

Menyoal mati suri, Kata Ustaz mengambil penjelasan dari Ustaz Maulana dalam Islam Itu Indah. Tak ada yang bisa memastikan apakah yang dilihat oleh mereka yang mengalami mati suri memang benar ada atau tidak.

Berikut penjelasan lengkap Ustaz Maulana:

Satu bentuk pujian dan rasa syukur kita, karena kita dibimbing oleh Allah dengan bimbingan yang luar biasa.

Di dalam Al Quran disebutkan, ‘Dialah Allah melepaskan jiwa yang lain pada saat sampai waktu yang ditetapkan itulah yang dinamakan mati suri.’

Kata mati suri di sini adalah ibaratnya mati itu adalah pintu dan setiap orang akan melewati pintu itu. Pada posisi ini, orang-orang yang mati suri ini bisa dikatakan mohon maaf, orang yang tertunda tapi dikembalikan lagi untuk dengan tujuan tertentu.

Dalam hal ini saya ada beberapa pengalaman, sepupu saya yang dikasih izin oleh Allah SWT untuk bangkit. Ini semua orang sudah nangis, tapi tiba-tiba dia bangkit lagi, tapi dia bangkitnya untuk mandi junub. Karena kebetulan mungkin lagi halangan, terus meninggal, kemudian mandi junub, habis itu dia balik lagi. Terus ditanya sama orang tuanya, ‘Nggak usah kembali.’ Tapi apa dia bilang, ‘Di tempatku sana lebih bagus.’

Kisah kedua saya rujuk dari istri saya sendiri yang menceritakannya adalah mertua saya. Ada hari di mana semua rumah dikosongkan, anak-anak dikirim ke mana-mana, tapi tinggal berdua dan bercerita tentang tempat yang akan ditujunya.

Artinya, Allah SWT memberikan kalau kita kembali ke kisah Rasulullah SAW. Ada sosok wanita yang datang kepada Nabi yang ditemui Bunda Aisyah. Lalu ditanya, ‘Aku bermimpi melihat surga dan neraka.’ Artinya kalau berbicara tentang adanya orang bisa melihat surga bagaimana, ada memang yang sudah ditentukan ini letaknya di surga, ini letaknya di neraka. Pada posisi akan sakaratulmaut, orang akan diperlihatkan di mana tujuannya nanti.

Kalau bicara apakah kita akan di surga atau neraka? Yang jelas insyaallah, amiin, kita ini insya Allah berada di surga. Karena kita harus kembali ke kampung kita. Nenek kita siapa? Nabi Adam. Kita ini berasal dari keturunan Nabi Adam dan Nabi Adam ini berasal dari surga. Otomatis akan kembali ke surga semua, cuma akan melewati proses.

Proses itu, mati, kuburan, kebangkitan, padang mahsyar, timbangan, pembagian catatan amalan, titian shiratal mustakim. Titian shiratal mustakim itu di bawanya adalah neraka, di ujungnya adalah surga.

Mohon maaf, jadi bagaimana dengan mati suri? Salah satu ujung tali roh yang dilepas itu sehingga itu dia masih hidup karena salah satunya masih dipegang.

Tapi, kenapa dikembalikan lagi lantas dia sudah melihat tempatnya lalu dikembalikan lagi, karena ada tujuan Allah SWT di situ. Entah itu jadi peringatan untuk yang lain.

Kalau Nabi dikisahkan ini, wanita yang datang ke Bunda Aisyah diceritakan lalu disembuhkan tangannya karena ada luka bakar karena menolong orang tuanya, ini pembelajaran bahwa amal yang menyelamatkan kita adalah sedekah. Ada wanita yang melihat orang tuanya di neraka, ibunya, kemudian diselamatkan oleh sepotong roti dan selembar kain. Bisa jadi pembelajaran untuk orang lain. Bahwa ada kehidupan di hari kemudian, ada kehidupan setelah mati.

Artinya, ini jadi pembelajaran bagi kita ada kabar tentang hari kemudian. jadi ada tujuan Allah, kenapa Allah SWT bangkitkan lagi, bahkan ada yang dimasukkan dalam mimpi, bahkan ada maaf, maaf, cuma barang sesaat.

Apakah surga dan neraka seperti yang dilihat mereka yang mati suri? Wallahu a’lam bishawab. Pembicaraan ini hanya dibicarakan oleh orang mati suri. Apa yang kau ceritakan tentang surga, apa yang kau ceritakan tentang neraka, itu lebih dari yang kau ceritakan.

Simak Video “Ibunda Chairul Tanjung dalam Kenangan Ustaz Maulana
[Gambas:Video 20detik]
(pus/dar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.